Marquque

Isa bin Wardah pernah ditanya :" apa keinginan tertinggi anda di dunia? ia langsung menangis kemudian berkata : "aku ingin dadaku terbuka, lalu aku akan melihat hatiku, apa pengaruhnya al- Qur'an terhadapnya?"

Sabtu, 05 Februari 2011

Valentin Haram dirayakan ????

Banyak versi yang menerangkan asal muasal VD. Versi Pertama, VD adalah sebuah tanggal untuk mengenang tokoh Kristen bernama Santa Valentine yang tewas sebagai martir, ia hukum mati dengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 270 M oleh Kaisar Romawi yaitu Raja Cladius II (268-270). Versi Kedua, VD adalah sebuah tanggal untuk untuk menghormati Dewi Juno yang dikenal dengan Dewi perempuan dan perkawinan, adalah suatu kepercaayaan bangsa Romawi Kuno bahwa Dewi Juno adalah Ratu dari Dewa dan Dewi bangsa Romawi. Kemudian diikuti oleh hari sesudahnya yaitu tanggal 15 Februari sebagai Perayaan Lupercalia yakni sebuah upacara pensucian serta memohon perlindungan kepada Dewa Lupercalia dari gangguan Srigala dan ganguan-ganguan lainnya. Versi Ketiga, Ken Sweiger dalam artikel "Should Biblical Christian Observe It?" mengatakan bahwa kata "Valentine" adalah berasal dari kata Latin yang memiliki arti : "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa" yang ditujukan kepada Tuhan orang Romawi yaitu Nimrod dan Lupercus. Nah sekarang coba anda fikirkan apabila anda mengatakan "to be my Valentine" ini berarti anda memintanya menjadi "Sang Maha Kuasa" sesuatu yang sangat berlebihan sekali.

      Matraman (STMIK-MJ):Merayakan hari valentine itu haram hukumnya. Demikian yang ditegaskan oleh Hasyir Alaydrus selaku Pembantu Ketua (Puket IV) STMIK-MJ bidang Al’islam dan kemuhammadiyahan."Untuk seorang muslim yang merayakan valentine disebut proses tasabuh atau peniruan budaya orang primitif," katanya ketika ditemui di gedung STMIK-MJ (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Muhammadiyah Jakarta, (13/2).
Haramnya perayaan Valentine itu juga diperkuat oleh pihak Mejelis Ulama Indonesia (MUI). Meski tak mengeluarkan fatwa khusus tentang perayaan Valentine, MUI mengatakan, cara perayaan valentine haram.
Seperti yang dilansir hidayatullah.com, Komisi Fatwa MUI Pusat KH. Ma'ruf Amin mengtakan tata cara dengan pesta yang biasa dirayakan dalam acara Valentine tak dikenal dalam Islam dan cenderung haram. Sebagaimana diketahui, acara Valentina, biasa diperingati dengan cara mabuk-mabukkan, pesta-pesta dan bahkan pertemuan lawan jenis yang bukan suami-istri.
Ma'ruf menjelaskan, yang haram bukan hari Valentine-nya, tapi perayaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari cinta tersebut. Namun cara memperingatinya yang haram karena sudah banyak yang menyimpang.
Menyinggung tentang desakan MUI perlu mengeluarkan fatwa untuk Valentine, Ma'ruf menjelaskan, soal pembuatan fatwa ini masih dibicarakan, apakah perlu dikeluarkan atau tidak. "Meski komisi fatwa MUI berkumpul dan membicarakan, namun MUI tidak mengeluarkannya menjadi sebuah fatwa khusus. Tapi mudah saja bagi orang Muslim mengetahuinya, jika perayaan itu diluar aturan agama, pasti haram, namun untuk membuat fatwa kita perlu kajian terlebih dahulu," katanya (14/2).
Ustadzah Hj Irene Handono mengemukakan bahwa beberapa tahun lalu di Pontianak, pada saat perayaan banyak kondom yang terjual dan hotel-hotel di booking oleh para remaja. "Oleh karena itu saya senang jika ada pernyataan dari pihak MUI bahwa perayaan Valentine itu haram," katanya.
Sebelum ini, di Arab Saudi mufti, Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh pernya menfatwakan, peringatan mengenang santo (sebuah tradisi Kristen) ini termasuk jenis “penyembah berhala”. Di Filipina tahun 2004 lalu, acara Valentine’s Day ditandai dengan mencetak rekor dunia “ciuman massal”. Tidak kurang 5.122 pasangan antre di Manila, ibu kota negara itu, untuk berciuman selama paling tidak 10 detik guna merayakan Valentine. "Ini yang menjadi alasan kenapa Valentine itu harap," papar Irene.

Budaya import

Datangnya bulan Februari, beberapa toko pun menjual pernak-pernik valentine yang bernuansa pink. Semarak, romantis dan penuh cinta. Dalam kesempatan itu tim jurnalis STMIK-MJ mencoba meminta komentar para mahasiswa.
Valentine day bagi Lucky Andriani salah satu mahasiswi STMIK-MJ semester IV. “hari kasih sayang yang tidak bermakna, selain haram hukumnya kasih sayang dapat diberikan setiap saat tanpa harus menunggu bulan februari.

Lain lagi dengan Dyahrianti Sedianingtyas yang mengungkapkan bahwa rasa kasih sayang tidak harus menungu hari valentine. Bisa dilakukan kapan saja, bahkan kalau bisa setiap hari. Itu sebabnya Ririn, begitu disapa, mengaku tidak membudayakan secara khusus tentang hari valentine. "Ini budaya import, kenapa mesti kita tiru," tegaasnya. ***

lebih detail inilah mengapa kita dilarang merayakan hari valentine....
  1. Islam memang mengajarkan hidup dengan penuh kasih sayang. Namun konotasi perayaan saban 14 Februari itu adalah dipersembahkan kepada dewa-dewa. Sehingga perayaan Hari Valentine bagi umat Islam, jelas masuk kategori menyimpang
  2. Hari Valentine jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam dan nilai-nilai budaya Islam.
  3. Ketua MUI Kota Medan: karena menurutnya asal perayaan hari kasih sayang tersebut bukan dari agama Islam
  4. mengajarkan budaya hura-hura dan juga budaya asing, perayaan hari valentine disusupi muatan ajaran agama lain yang tak sesuai dengan Islam
  5. valentine itu tidak ada manfaatnya meskipun pada dasarnya hari valentine itu merupakan ungkapan perasaan semua umat manusia untuk saling menyayangi

KOMENTAR ANDA